{"version":"1.0","provider_name":"BERITA MUARA","provider_url":"https:\/\/beritamuara.com","title":"Akbar Haka Saputra Soroti Karhutla yang Masih Belum Teratasi","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"nkZgn7zTjf\"><a href=\"https:\/\/beritamuara.com\/akbar-haka-saputra-soroti-karhutla-yang-masih-belum-teratasi\/\">Akbar Haka Saputra Soroti Karhutla yang Masih Belum Teratasi<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/beritamuara.com\/akbar-haka-saputra-soroti-karhutla-yang-masih-belum-teratasi\/embed\/#?secret=nkZgn7zTjf\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Akbar Haka Saputra Soroti Karhutla yang Masih Belum Teratasi&#8221; &#8212; BERITA MUARA\" data-secret=\"nkZgn7zTjf\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/beritamuara.com\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>\n","thumbnail_url":"https:\/\/beritamuara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261021-WA0001.jpg","thumbnail_width":957,"thumbnail_height":720,"description":"BERITAMUARA.COM \u2013 Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka Saputra, menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih belum teratasi secara optimal. Ia menilai bahwa harus adanya langkah penanganan yang lebih serius dan masif, mengingat dampak karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat meluas hingga ke negara tetangga. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Paparan asap akibat kebakaran berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan. &#8220;Karena memang berbahaya, ya, untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan,&#8221; sebut dia, Senin (12\/10\/2026). Akbar menjelaskan, dalam pembahasan RDP mengemuka pandangan bahwa penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab negara secara menyeluruh. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas wilayah agar langkah pencegahan maupun penanggulangan dapat berjalan lebih efektif. &#8220;Karhutla itu menurut teman-teman bukan cuma tanggung jawab kita, tetapi tanggung jawab negara secara keseluruhan, secara utuh,&#8221; tegasnya. Meski membutuhkan penanganan dalam skala besar, ia berpandangan bahwa langkah konkret tetap harus dirumuskan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar setiap daerah dapat mengidentifikasi persoalan dan menentukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. &#8220;Dan memang harus secara parsial, skala kecil kita bahas di masing-masing kecamatan atau kabupaten, hingga kelurahan, langkah seperti apa yang harusnya kita lakukan untuk menangani karhutla tersebut,&#8221; jelasnya. Dalam kesempatan itu, Akbar turut mengkritisi munculnya inisiatif penggalangan donasi oleh unsur pemerintah untuk membantu penanganan karhutla. Ia menilai langkah tersebut kurang tepat karena pemerintah semestinya lebih berfokus pada penyusunan mitigasi berskala besar, sementara penggalangan bantuan sukarela dapat menjadi ruang partisipasi komunitas maupun masyarakat. &#8220;Apalagi jika teman-teman, kan selama ini kita dalam tanda kutip, tadi sempat muncul ketika unsur dari pemerintah membuka donasi, kan kita rasa itu cukup mencederai hadirnya peran pemerintah hari ini,&#8221; katanya. Menurutnya, persoalan karhutla membutuhkan kebijakan dan tindakan nyata yang mampu menjawab kondisi di lapangan, bukan sekadar mengandalkan bantuan yang dihimpun melalui donasi. &#8220;Mestinya kalau donasi itu cukup dilakukan oleh teman-teman komunitas, sedangkan untuk pemerintah tersendiri, dalam tanda kutip, harusnya mulai memitigasi dalam hal yang cukup besar. Langkah apa yang diambil, bukan kita pemerintah membuka open donasi seperti itu,&#8221; tegasnya. Akbar juga mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas wilayah. Asap yang ditimbulkan dapat menyebar luas hingga mengganggu aktivitas masyarakat di negara-negara tetangga. Ia bahkan menyinggung adanya respons dari warganet negara tetangga yang mempertanyakan besarnya dampak kebakaran hutan terhadap wilayah mereka. &#8220;Dan itu memang sempat muncul di netizen negara tetangga, maksudnya, kalian membakar hutan atau membakar negara? Karena memang mengganggu negara-negara tetangga kita,&#8221; ungkapnya. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan karhutla tidak cukup ditangani melalui langkah yang bersifat sementara. Diperlukan upaya mitigasi yang lebih terencana untuk menekan risiko kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Akbar pun berharap penanganan karhutla mendapat perhatian lebih serius melalui langkah konkret yang dapat diterapkan hingga ke tingkat wilayah terkecil. &#8220;Dan memang menurut saya, penanganannya harus cukup masif dan serius untuk masalah karhutla yang terjadi hari ini,&#8221; pungkasnya. (adv\/ptr)"}