<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>BERITA MUARA</provider_name><provider_url>https://beritamuara.com</provider_url><title>"Memulyakan Guru AL-Quran"</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="rinEnjPl56"&gt;&lt;a href="https://beritamuara.com/memulyakan-guru-al-quran/"&gt;&#x201C;Memulyakan Guru AL-Quran&#x201D;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://beritamuara.com/memulyakan-guru-al-quran/embed/#?secret=rinEnjPl56" width="600" height="338" title="&#x201C;&#x201C;Memulyakan Guru AL-Quran&#x201D;&#x201D; &#x2014; BERITA MUARA" data-secret="rinEnjPl56" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://beritamuara.com/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;
</html><thumbnail_url>https://beritamuara.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-30-at-3.46.39-PM-1.jpeg</thumbnail_url><thumbnail_width>647</thumbnail_width><thumbnail_height>641</thumbnail_height><description>Oleh: Ahmad Zainuri Al-Qur&#x2019;an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Al-Qur&#x2019;an adalah kalamullah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dan membacanya dinilai sebagai ibadah. Di dalam Al-Qur&#x2019;an dinyatakan bahwa Allah yang menurunkan Al-Qur&#x2019;an dan Allah yang akan menjaga Al-Qur&#x2019;an, baik melalui hafalan Nabi yang setiap ditash-hihkan kepada malaikat, hafalan para sahabat dan seterusnya hingga Kepada para Ulama&#x2019; dan Guru Al-qur&#x2019;an &#xA0;zaman sekarang dan zaman mendatang sampai ahir zaman. Demikian seterusnya kepada para Guru AL-Qur&#x2019;an &#xA0;di seluruh dunia semakin hari semakin bertambah dan tidak terhitung jumlahnya. &#x201C; Semakin banyaknya Orang yang bisa membaca Al-qur&#x2019;an &#xA0;tidak lepas dari ketersediaan guru Alquran itu sendiri (dalam arti termasuk guru Alquran yang hafidz). Selama masih ada guru Al-Qur&#x2019;an maka jumlah orang yang bisa membaca Al-qur&#x2019;an &#xA0;akan semakin bertambah. Maka, keberadaan guru Al-Qur&#x2019;an menjadi semakin bermakna dan sangat urgen. Sebab, dari guru al-qur&#x2019;anlah lahir para pembaca atau qori&#x2019; dan hafidz Al-Qur&#x2019;an.&#x201D; Kita menyadari Al-Qur&#x2019;an belum menjadi satu kesatuan dalam sistem pendidikan nasional, dalam arti kemampuan membaca dan hafal Al-Qur&#x2019;an tidak menjadi sebuah syarat seseorang tuntas dan lulus dalam suatu jenjang pendidikan di lembaga pendidikan formal, namun selama masih ada guru Al-Qur&#x2019;an maka masih akan terus lahir ahli Al-Qur&#x2019;an. Keberadaan dan semangat perjuangan guru Alquran menjadi sebuah &#x201D;modal utama&#x201D; bagi berlangsungnya perkembangan jumlah dan mutu pendidikan Alquran. Hal ini menjadi Langkah kongkrit untuk menjaga, merawat dan mengembangkan &#xA0;Al-Qur&#x2019;an itu sendiri dan keberadaan guru Al-Qur&#x2019;an harus mendapat perhatian serius bagi pengembangan Al-Qur&#x2019;an. Jika kita Memuliakan guru Al-Qur&#x2019;an pada dasarnya adalah memuliakan Alquran. Sementara memuliakan Al-Qur&#x2019;an itu &#xA0;adalah memuliakan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Benar.&#xA0; sehingga Rasulullah SAW mempertegas dalam sabdanya, &#x201D;Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur&#x2019;an dan mengajarkannya&#x201D;. Harus ada upaya yang serius dan kongkrit untuk melahirkan profesi guru Al-Qur&#x2019;an hingga seimbang dengan jumlah kebutuhan yang akan belajar Al-Qur&#x2019;an merupakan salah satu cara memuliakan Al-Qur&#x2019;an dan memuliakan guru Al-Qur&#x2019;an. Langkah kongkrit &#xA0;untuk mencetak guru Alqur&#x2019;an&#xA0; yang memiliki kompetensi yang baik sangat dibutuhkan karena peran guru yang berkompeten sangat menentukan keberhasilan Pendidikan al-qur&#x2019;an. Tetapi, yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan kontribusi nyata terkait kesejahteraan bagi guru al-qur&#x2019;an dan sarana prasarana dalam &#xA0;kegiatan pendidikan Al-Qur&#x2019;an. (*Penulis, Ustad Ahmad Zainuri Ketua Yayasan Az-Zumar Kukar)</description></oembed>
