<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>BERITA MUARA</provider_name><provider_url>https://beritamuara.com</provider_url><title>Kutim Siapkan Perbup Wajib Belajar 13 Tahun</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="RoVS091jCp"&gt;&lt;a href="https://beritamuara.com/kutim-siapkan-perbup-wajib-belajar-13-tahun/"&gt;Kutim Siapkan Perbup Wajib Belajar 13 Tahun&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://beritamuara.com/kutim-siapkan-perbup-wajib-belajar-13-tahun/embed/#?secret=RoVS091jCp" width="600" height="338" title="&#x201C;Kutim Siapkan Perbup Wajib Belajar 13 Tahun&#x201D; &#x2014; BERITA MUARA" data-secret="RoVS091jCp" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script&gt;
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://beritamuara.com/wp-includes/js/wp-embed.min.js
&lt;/script&gt;
</html><thumbnail_url>https://beritamuara.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251206-WA00511.jpg</thumbnail_url><thumbnail_width>1600</thumbnail_width><thumbnail_height>900</thumbnail_height><description>BERITAMUARA.COM &#x2013; Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan lompatan besar di sektor pendidikan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang penerapan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun. Instruksi tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri agenda Dinas Pendidikan Kutim di Hotel Royal Victoria, Jumat, 21 November 2025. Ia menekankan bahwa penyusunan regulasi daerah tidak harus menunggu finalisasi kebijakan di tingkat pusat, terutama jika Kutim telah memiliki kapasitas untuk melangkah lebih cepat. &#x201C;Saya minta Dinas Pendidikan segera menyiapkan Perbup Wajib Belajar 13 Tahun. Susun landasan regulasinya dengan matang, koordinasikan dengan Bagian Hukum, dan libatkan akademisi agar kajian akademiknya benar-benar kuat,&#x201D; tegas Ardiansyah. Menurutnya, kebijakan memperluas masa wajib belajar menjadi 13 tahun, dengan memasukkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari pendidikan dasar adalah langkah realistis dan selaras dengan kebutuhan daerah. Sebab, fasilitas pendidikan seperti PAUD, Taman Kanak-Kanak (TK), dan Kelompok Bermain (KB) telah menjangkau sebagian besar desa di Kutim. &#x201C;Kita tidak perlu menunggu terlalu lama, infrastruktur PAUD sudah tersedia, tinggal kita siapkan regulasinya,&#x201D; ujar Bupati. Ia meminta seluruh perangkat terkait untuk bergerak cepat agar penyusunan Perbup dapat rampung dalam waktu satu tahun dan siap diterapkan pada tahun berikutnya. Dinas Pendidikan juga didorong untuk segera menyusun naskah akademik yang komprehensif, termasuk pemetaan kebutuhan sarana, kesiapan tenaga pendidik, serta mekanisme wajib PAUD satu tahun sebelum anak masuk Sekolah Dasar. Selain itu, Ardiansyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melibatkan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga pemangku kebijakan desa untuk memastikan implementasi regulasi berjalan tanpa hambatan administratif. Dengan hadirnya Perbup Wajib Belajar 13 Tahun, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap seluruh anak dapat memperoleh akses pendidikan dasar yang lebih lengkap, terstruktur, dan berkualitas sejak usia dini. Kebijakan ini juga menjadi bukti komitmen Kutim dalam memperkuat pendidikan inklusif sekaligus mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan.(ADV)</description></oembed>
